BAB 32

1426 Words

Dua laki-laki berpandangan saling menilai. Evander terlihat anggun dan tenang, duduk menyilangkan kaki. Sementara Franz dengan krim kue di ujung mulut, terlihat gugup. Althea tidak menyalahkan laki-laki itu, siapa pun yang berhadapan dengan Evander pasti mengalami hal yang sama. Segan bercampur takut. “Kalau boleh aku tahu, siapa ini, Althea?” “Dia ini adalah...” “Calon suami Althea,” sela Evander cepat. Tidak mengIndahkan Althea yang terbelalak. “Kamu pengacara keluarga Bu Rania?” Franz mengangguk. “Benar.” “Tidak seharusnya mengajak Althea bertemu berdua, bukan?” “Ada hal yang harus kami bicara kan.” “Soal apa?” “lni rahasia antara aku dan Althea. Meskipun kamu calon suaminya, tetap tidak bisa ikut campur.” Evander menaikkan sebelah alis, tersenyum kecil yang tidak mencapai mata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD