BAB 27

1646 Words

Ke sekolah keesokan harinya, Adelia pulang dengan raut wajah gembira. Saat Althea datang untuk makan malam, gadis itu menggandeng tangannya masuk ke sofa dan mulai berbisik. “Hari ini banyak yang muji rambut Lia.” Althea tersenyum. “Pasti dibilang bagus.” “Iya, dong. Mereka tanya, potong di mana. Aku jawab, Mamaku punya langganan Salon yang keren. Pada nggak percaya.” “Hahaha. Lalu, gimana sama cowok yang di sekolah kemarin?” Adelia mengibaskan rambut ke belakang, lalu menggigit bibir. Wajahnva menyiratkan malu. “Nggak tahu, ah.” “Kok nggak tahu?” “Dia, itu, ngajak main bareng, tapi...” “Kamu nggak mau?” “Mau, sih, cuma...” Adelia menghela napas panjang. “Aku maunya Mama yang temenin.” Althea tertawa Iirih. “Lia, mana ada diajak main minta ditemani? Tapi, kalau kamu mau nggak ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD