BAB 18

1545 Words

“Tidak banyak yang berubah dengan rumah ini. Masih sama dari terakhir kali aku datang.” “Memang, aku membiarkan seperti aslinya.” “Demi Renata?” “Salah satunya dan juga sudah malas merombak.” Martha membalikkan tubuh, menatap Evander sambil tersenyum. Melangkah gemulai mendekati laki-laki itu dan mengusap lengannya lembut. “Kamu pasti sangat mencintai Renata, sampai nggak bisa lepas dari bayang-bayangnya.” “Dia ibu dari anak-anakku.” “Sudah almarhum, bukan? Kenapa kamu nggak move on. Aku rasa, Renata juga akan nggak suka melihat kamu hidup dalam kesepian.” Evander menatap perempuan di depannya dengan rasa enggan terbersit di hati. Ia bukannya tidak suka bicara dengan Martha, tapi cara perempuan itu yang mendesaknya soal perasaan, sedikit mengganggunya. “Kamu mau bertemu anak-anak?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD