“Kalian dari mana?” Althea menggendong Adelio, tidak memperhatikan pemuda di depanya yang terperangah. “Mama?” gumam pemuda itu. “Bukan ponakan atau adik?” Althea tersenyum. “Bukan.” Adelia menyela cepat. “Mama, ditunggu Papa di kasir!” Althea mengangguk, dengan Adelio dalam gendongan menuju kasir. Adelia bersedekap, menyipit ke arah pemuda yang menatap kepergian Althea dengan binar mata mendamba. “Ehm!” Pemuda itu mengalihkan pandangan pada Adelia. “Adik kecil, ada apa?” “Jangan ganggu Mamaku!” ucapnya sengit, meninggalkan pemuda tak dikenal dengan kepala terangkat. Merasa tugasnya menjaga apa yang seharusnya dijaga, berjalan dengan baik. Althea tak hentinya berterima kasih saat Evander membayar gaun itu untuknya. Malam itu mereka pulang dengan hati puas dan perut kenyang. Makin h

