BAB 16

1762 Words

Evander duduk di sofa, menghadapi Althea dan Adelia ya ng berdiri salah tingkah di depannya. Keduanya menunduk, dengan tangan berusaha merapikan rambut yang berantakan. Ia sudah menyuruh Adelio untuk masuk ke kamar, agar tidak mendengar percakapan mereka. “Lia, jelaskan apa ya ng terjadi?” tanya nya dengan suara tegas. Adelia menggigit bibir, perasaan takut menjalarinya. Althea menyahut cepat. “Pak, bisa nggak kalau saya yang jelasin. Lia nggak salah.” Evander mengangkat tangan. “Biarkan Lia menjelaskan dulu.” Althea menunduk, ujung matanya melirik Adelia. Ia merasa kasihan pada gadis kecil itu. Sudah cukup menerima pembulian selama beberapa hari ini, masih harus menghadapi kemarahan sang papa. “Mereka menghinaku, mengatakan aku nggak punya Ma-Mama.” Suara Adelia bergetar. “Lalu?” “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD