BAB 10

1426 Words

Di pagi buta, Evander yang baru bangun tidur menerima panggilan telepon dari mertuanya. Wanita itu awalnya bicara baik-baik, bertanya tentang keadaan anak-anak dan sebagainya. Belakangan, ia mulai menyebut soal wanita muda berambut merah yang sering datang ke rumah Evander. “Apa kamu punya kekasih baru? “Nggak, Ma.” “Siapa wanita muda itu?” Evander menghela napas, tidak suka orang lain mencampuri urusan pribadinya. la yakin yang melaporkan masalah Althea pasti Si Suster baru. “Tetangga sebelah.” “Oh, apakah penghuni baru? Seingatku dulu, sebelah rumahmu lahan kosong.” “Benar, Ma.” “Kenapa dia bisa akrab dengan kamu?” “Bukan hanya dengan aku. Lebih tepatnya dengan Si Kembar.” Hening sesaat, tak lama suara si mertua kembali terdengar. “Sayangnya, aku lagi di luar kota. Kalau nggak,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD