“Mereka siapa?” Evander menoleh pada anaknya. “Suster sama Mama Thea, mereka rebutan Lio.” Evander menyerahkan tas yang dibawa pada anak perempuannya. “Bantu papa. Bawa tas ke ruang kerja, ya?” Adelia mengangguk, dengan tas di tangan berlari masuk. Evander mendekati Althea, menatap anak laki-lakinya yang memeluk pinggang wanita itu. “Adelio, Sayang. Sini, peluk papa.” Adelio beralih, dari Althea ke Evander dan naik ke gendongan. “Papa, Lio mau sama Mama.” “lya, Sayang.” “Mama tidak boleh pulang.” “Nanti kita bilang sama Mama.” Evander melirik Althea yang masih berdiri tegang lalu menatap Suster yang memblokir jalan. “Suster, apa aku juga tidak boleh masuk?” tegurnya. Si Suster minggir. “Silakan, Pak. Tapi, sebaiknya wanita ini jangan.” “Kenapa? Althea sudah biasa ke sini.” “Dia

