BAB 82

1197 Words

Jumat siang, Renata datang ke klinik dengan wajah murung. Tidak biasanya perempuan cantik yang biasanya selalu ceria, kini terlihat lesu dan tidak bersemangat. Menunduk dengan mata menekuri lantai, Renata tidak terlibat dalam pembicaraan Althea dan teman-temannya. Ada kesedihan yang sedang coba disembunyikan. Althea yang sibuk memotong buah ke piring, sesekali melirik sahabatnya. Setelah pekerjaannya selesai, ia mencuci tangan dan duduk di kursi bundar. Menepuk lembut pundak Renata. “Ada apa? Murung gitu?” Renata menghela napas panjang lalu menggeleng. “Nggak ada apa-apa.” “Masa? Tapi mukamu ditekuk kayak Adelia kalau lagi ngambek.” Renata menyunggingkan senyum kecil mendengar gurauan temannya. Gania datang, meletakkan lima gelas es teler. “Kalian harus coba ini. Es-nya lembut dan top

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD