BAB 83

1127 Words

Renata meletakkan kepala di atas meja, membenturkan dahi dengan permukaan meja yang keras. “Hei, jangan gitu. Bisa pecah kepala.” Yolanda mengangkat kepala Renata dan tersenyum. “Butuh sesuatu untuk melampiaskan perasaan jengkel?” Renata mengangguk dengan raut wajah sedih. “Iya.” “Ayo, karaoke. Kamu bisa teriak sampai puas.” “Anak-anak gimana?” tanya Althea. “Kasihan kalau nggak diajak.” Yolanda tersenyum. “Gampang, karaoke langganan kami itu karaoke keluarga, mereka menyediakan tempat main anak-anak. Mereka mau ikut kita masuk atau mau main, nggak masalah. Ada yang mengawasi.” Renata tidak dapat menahan rasa haru atas support teman- temannya. Demi menghiburnya, Althea rela menutup prakteknya lebih cepat dan mengajaknya karaoke. Seperti yang dikatakan Yolanda, memang ada tempat berma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD