Pintu kaca membuka, sosok Dokter Marvel muncul. Pemuda tampan itu membawa kotak dan menyerahkannya pada Yolanda. “Ini yang kamu mau.” “Cieee, cieee, yang pacaran,” goda Gania. “Apaan, sih, orang cuma nitip pisang goreng keju,” sahut Yolanda, membuka kotak dan menghidu aroma mentega bercampur keju. “Wangi, berapa harganya?” Ia bertanya pada Dokter Marvel. Pemuda itu mcngangkat bahu. “Gratis buat kamu. Tapi, Minggu nanti kamu temani aku kondangan.” “Jiaaah, Dokter Marvel garcep!” seru Gania. Althea bertepuk tangan. “Dokter Marvel, pepet terus. Jangan kasih kendor!” Tamara tersenyum, melihat bagaimana Dokter Marvel yang dulu malu-malu saat mendekati Althea, sekarang ini menjadi lebih agresif saat menginginkan Yolanda. Pemuda itu bersikap terbuka dan terang-terangan, sungguh menyenangkan

