Melihat Arania calon istri nya bergeming, lagi - lagi Haikal mencoba menyentuh lengan calon istri nya, namun kali ini tangan Haikal di tepis oleh Arania sendiri.
Arania langsung berdiri dari duduk nya, yang sontak membuat Haikal juga berdiri di hadapan nya.
tatapan kedua nya bertemu, terlihat jelas oleh Haikal jika kini tatapan Arania menunjukkan kekecewaan dan kemarahan padanya. tanpa Haikal sadari,
" Plak! Plak! "
dua tamparan mendarat di pipi Haikal saat itu juga, ingin marah pada pelaku nya tapi Haikal tidak memiliki keberanian karena yang menamparnya adalah Arania.
" Haikal! " teriak Rike Hanggara mama Haikal karena melihat sang putra di tampar di depan banyak orang oleh calon menantu nya.
" ma, aku nggak apa - apa " ucap Haikal karena melihat sang mama hendak memarahi Arania
" Aku akan tetap menikah, tapi tidak dengan Dia! " Ucap Arania dengan lantang seraya menunjuk ke arah calon suami nya yang sebentar lagi akan menjadi mantan calon suaminya.
" Sayang jangan egois kita lanjutkan dulu semuanya, setelah itu kita bicarakan baik - baik " ucap Haikal
" Mas Haikal! " Bentak Wina yang merasa dirinya di abaikan oleh Haikal dan keluarga nya.
Arania melangkah kan kakinya, ia menuju ke arah dimana semua posisi keluarga Haikal berada, Arania berdiri di hadapan seorang pria yang duduk di kursi yang paling ujung. sejak tadi pria itu terlihat tanpa ekspresi melihat kejadian yang terjadi di hadapan nya.
" Kak aku mau kakak yang menggantikan posisi adik kakak yang laknat itu " ucap Arania seraya berkata pada seorang pria dengan yang berpenampilan culun.
" ARA!! " lagi - lagi orang tua Arania dan sang kakak kompak, tidak terima dengan ucapan Arania.
" ini keputusan ku, dan undangan yang tersebar yang akan menjadi calon suami ku berasal dari keluarga Hanggara, meski tidak tepat orang nya, aku mau penggantinya harus dari keluarga Hanggara juga " ucap Arania tegas.
" jika Kak Biru tidak bersedia, maka jangan salah kan aku jika aku akan mengundang media dan akan membeberkan tentang keluarga Hanggara yang tidak bertanggung jawab " ucap Arania lagi
" Ara " ucap Tuan Hardi lembut berniat bernegosiasi dengan calon menantunya itu.
" maaf pa, tapi ini semua salah anak papa, jadi mau tak mau anak papa yang lain harus bertanggung jawab, dan kalaupun ingin menyalahkan, yang harus di salahkan adalah anak kedua papa " ucap Arania panjang lebar.
" sayang jangan bercanda yang benar saja " ucap Haikal masih tak sadar diri.
" aku tidak bercanda. aku serius! " ucap Arania.
" Pffttt...kau tidak salah memilih pengganti ku? " Ejek Haikal calon suami Arania. pada akhirnya sudah habis kesabaran Haikal untuk menghadapi Arania
" Tidak! Lebih baik menikah dengan nya dari pada menikah dengan pria gila s**********n seperti mu! " Ucap wanita Arania dengan lantang.
" kau buka mata lebar - lebar Arania, lihat, perhatikan dia! dia bukan tandingan ku, dia tidak ada apa - apa nya di banding kan aku, dia hanya pria culun yang menumpang di keluarga Hanggara, jauh aku kemana - mana yang benar saja! " ucap Haikal mulai pongah.
sementara Pria yang di rendahkan oleh Haikal hanya menatap datar saja ke arah depan, tangan nya terkepal kuat saat mendengar ejekan dan hinaan yang di lontarkan oleh Haikal padanya.
" aku tidak memintamu untuk berkomentar! dan aku tidak perduli dengan komentar mu! " ucap Arania
" kenapa sampai membelanya seperti itu, lihat , dia saja tidak mampu membela dirinya sendiri, apalagi untuk menjagamu Arania, pikirkan lagi keputusan mu " ucap Haikal
tentu saja semua yang ada di gedung itu mulai berbisik, melihat apa yang ada di hadapan mereka, begitu juga orang tua Arania yang merasa sudah tak karuan, mereka ingin membawa Arania keluar dari gedung itu saat itu juga, tidak perduli dengan apa yang terjadi setelah ini, tapi Arania putri mereka sejak tadi menolak bahkan berdiri kokoh di tempatnya menolak ajakan sang mama,sang papa dan juga kakak laki - laki nya, keluarga Arania tak bisa berkata apa - apa lagi selain hanya pasrah saat ini, semuanya seolah hanya bisa menerima keputusan Arania setelah ini, karena sudah calon suami nya tidak benar, ini Arania masih memiliki ide konyol dan malah di tolak juga oleh pria culun yang di minta untuk menjadi pengganti calon suami nya oleh Arania.
pria yang sejak tadi hanya diam di hadapan Arania akhirnya berdiri. lalu tanpa babibu ia menarik tangan Arania menuju ke arah meja akad dan langsung mendorong tubuh Haikal untuk di ganti posisinya.
" berikan saya informasi siapa nama lengkap dan nama wali nya " ucap Pria Culun itu dengan datar pada penghulu yang kini juga terlihat bingung karena baru pertama kali melihat drama pernikahan seperti saat ini.
" kamu jangan main - main! " ucap Tuan Sanjaya
" putri anda yang meminta saya " ucap Biru Hanggara dan hal itu sukses membuat tuan Sanjaya bungkam karena memang apa yang di katakan pria culun di hadapan nya benar. bahkan bisa di katakan pria culun di hadapan nya termasuk menyelamatkan putrinya, entahlah bisa di katakan penyelamat atau bukan jika sudah seperti ini begitu pikir tuan Sanjaya.
pak penghulu menyerahkan sebuah catatan, dimana di sana tertulis nama lengkap Arania serta nama Tuan Sanjaya termasuk mahar yang sebelumnya sudah di siapkan oleh Haikal.
" saya tidak mau mahar ini, ini bukan dari saya " ucap Pria itu dengan datar
" culun! banyak tingkah, kau pun tak akan mampu memberikan mahar sebanyak itu " ejek Haikal pada Biru
" aku tidak perlu mahar, cukup nikahi aku saja " ucap Arania yang sadar diri karena ide gilanya ini tentu saja calon kakak iparnya yang berubah menjadi calon suami nya itu tidak mempersiapkan apapun, jangan kan mempersiapkan, akan berada di posisinya seperti sekarang Arania yakin jika pria yang duduk di sampingnya itu tidak ada di playlist hidup nya.
" itu darimu kan? " tanya Biru pada Tuan Hardi Hanggara seraya menunjuk sebuah alat sholat yang berjejer bersama para seserahan yang lain.
" Iya, itu papa dan mama yang beli " ucap Tuan Hardi akhirnya bersuara.
Biru bangkit dari tempat duduknya untuk mengambil alat sholat itu, kemudian menaruhnya di meja akad lalu dirinya duduk kembali di posisi sebelumnya.
Biru langsung menjabat tangan Tuan Sanjaya. pertanda ia sudah siap untuk menikahi Arania, Putri dari Tuan Sanjaya dan Nyonya Tania Sanjaya.
Susana menjadi hening yang terdengar hanya suara ijab qobul yang di ucapkan oleh Tuan Sanjaya dan Biru Hanggara.
dengan satu tarikan nafas Biru mampu mengucapkan kalimat ijab qobul dengan benar dan mampu membuat kata SAH terdengar di gedung itu pada akhirnya.
tangan Haikal mengepal kuat melihat pemandangan di hadapan nya, sungguh ini termasuk penghinaan untuk dirinya, dirinya yang harusnya menjadi mempelai pria nya kini malah di gantikan oleh kakak tirinya yang culun bahkan bisa di katakan bukan tandingan nya menurut Haikal.
sejak kecil Haikal tidak di ajarkan untuk menjadi adik yang baik untuk Biru oleh Nyonya Rike, sehingga sampai tumbuh dewasa Haikal selalu menganggap Biru bukan siapa - siapa nya, bahkan selalu merendahkan dan meremehkan Biru jika Biru sedang datang ke rumah utama.
sementara Arania, ia tidak tau lagi bagaimana perasaan nya yang pasti ia merasa sedikit puas, karena ia tau bagaimana watak Haikal yang tidak mau kalah, bahkan Arania tau jika Haikal sangat membenci Biru yang kini berstatus sebagai suami nya.
Arania tau, penampilan Haikal dan Biru bagaikan langit dan bumi, lebih tepatnya penampilan Haikal yang selalu tampil menawan dengan penampilan Biru yang terlihat culun, tapi poin nya Haikal kini kalah , posisi nya mampu di ganti kan oleh seorang Biru dan itu merupakan tamparan untuk seorang Haikal yang selalu merasa perfect dan membenci yang namanya seorang Biru Hanggara.
" sekarang biarkan aku dan Mas Haikal juga menikah! anak ini harus memiliki seorang ayah " ucap Wina tak tau malu bahkan dengan tanpa ragu mengatakan kalimat itu di hadapan banyak orang.
" menikah saja! tapi jangan di sini! ini acaraku dan kalian harus angkat kaki dari sini " ucap Arania mengusir Wina dan Haikal.
Ya, tentu saja Arania tidak akan mau rencana pernikahannya yang sudah ia susun dengan susah payah, akan berakhir untuk menikahkan mantan dengan selingkuhan nya, oh tidak, tentu saja tidak, meskipun kini mempelai prianya berubah setidaknya Arania bisa membuat acara pernikahan nya sesuai dengan impian nya selama ini.
_ Flashback Off _