"Apa yang lo pikirkan tentang semua ini?" Beryl tidak menyembunyikan apapun lagi. Membongkar semua dihadapan Danis. Sahabatnya itu seperti tengah berpikir keras. "Entah… Isabella, mungkin." "Lo menduga pelakunya adalah Isabella?" Danis berujar menatap kaget Beryl. Beryl memberikan sanggahan cepat, "Bukan pelaku. Lebih tepatnya ada hubungannya sama Isabella. Dan beberapa orang yang gue curigai." "Gue teman dekat elo. Apa gue masuk juga dalam daftar list orang yang lo tandai?" "Apa kita ada masalah?" Beryl bertanya sangat kesal. Tidak mungkin dirinya membagi masalah sementara Danis adalah orang yang cukup Beryl percaya. Mesti tingkahnya tidak bisa dibilang selalu positif. Danis terbahak. Benar juga, mereka tidak pernah ada masalah. "Tak perlu membuat masalah antara kita. Kayaknya k

