Isabella terkejut bukan main setelah menerima telepon dari Beryl. Laki-laki itu seperti memakinya juga luapan emosi dan kecewa tidak bisa Beryl sembunyikan. Isabella menekan beberapa digit angka. Namun, nihil. Kode pintu apartemen Beryl sudah diganti. Mau tidak mau Isabella mengetuk berharap Beryl mau menjelaskan apa yang terjadi. Karena tengah berada di keramaian Isabella tak begitu mendengar. Tapi Beryl sempat mengatakan soal Nando. Pintu terbuka. Berdirilah laki-laki dengan wajah kucel sehabis bangun tidur. Masih menggunakan kemeja beserta celana levis. Isabella mulai sadar ada yang tidak beres sekarang, "Boleh masuk?" Izinnya pada sang tuan rumah. Beryl menatap Isabella sekilas. Terlihat menghela nafas sesekali. Membuka pintu lebar-lebar. Mempersilahkan Isabella masuk. Meski se

