Makan Siang Yang Mencekam!

1067 Words

"Maksud Bang Fatih?" Sumpah, aku kaget mendengar jawaban dari mulut Bang Fatih. Kok rasanya seperti seorang kekasih yang tidak mau putus sih? Masa Bang Fatih suka padaku? Aish, Pak Indra sialan! Gara-gara ucapan manusia itu, aku jadi berpikir yang bukan-bukan pada Abangku sendiri. Terdengar suara helaan nafas panjangnya. Bang Fatih tersenyum tipis, "Mungkin karena aku masih menganggap kamu adik kecilku yang harus selalu ku jaga. Saat ada seseorang yang akan menggantikan tugasku, rasanya aku belum siap." "Oh, begitu rupanya. Mungkin itu hanya kekhawatiran Bang Fatih saja. Mama juga pernah bilang begitu." Bang Fatih terlihat kaget, "Mama? Memangnya Mama pernah bilang apa sama kamu?" "Ya aku pernah bertanya dengan pertanyaan yang sama ke Mama. Kata Mama, Bang Fatih bukan gak suka ke Pak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD