Udara malam membuat Rana bergidik dan akhirnya masuk ke dalam pelukan Kakek Wisnu yang hangat. Kaos lengan panjang yang semula teronggok di atasnya telah kembali terpasang. Namun panjangnya tak mampu menutup bagian bawah tubuh Rana. Paha putihnya masih terpampang, dengan celana segitiga berwarna hitam yang sesekali mengintip karena pergerakannya. Rana tampak begitu nyaman berada di dalam pelukan Kakek Wisnu. Tak ada rasa canggung, hanya rasa tenang juga hangat yang gadis itu kenakan. Mungkin hubungan mereka kini menjadi semakin rumit. Tapi baik Rana maupun Kakek Wisnu tak mempedulikan hal itu. Mereka merasa nyaman satu sama lain. Tak ada paksaan, justru kepasrahan yang membuat mereka kian dekat. Tangan kasar Kakek Wisnu menelusup, mengelus punggung Rana yang terasa lembut di indra peraba

