"Kalau begitu saya pamit pulang, Pak Wisnu. Besok pagi saya akan datang untuk mulai bekerja." pamit Broto, setelah menghabiskan segelas kopi miliknya. Kakek Wisnu mengangguk kecil, ikut berdiri mengantar Broto sampai ke ambang pintu."Usahakan datang lebih pagi ya, To. Sarapan di sini sama-sama." katanya. "Saya usahakan, Pak." balas Broto seadanya. Pria itu lantas mulai berjalan menghampiri motornya. Kemudian melajukan kuda besinya meninggalkan pelataran rumah Kakek Wisnu setelah membunyikan klakson. Setelah Broto pergi, Kakek Wisnu membereskan gelas dan piring yang ada di meja teras rumahnya. Melangkah memasuki dapur untuk meletakkan gelas kotor tersebut ke tempat cucian. "Dia pasti masih marah." gumam Kakek Wisnu memikirkan Rana. Lekas pria tua berjalan menuju kamar Rana yang tertut

