KK | #24

1689 Words

Kakek Wisnu tampak mengerjap dan perlahan membuka kedua matanya ketika mendengar suara ayam berkokok. Hari masih begitu pagi, bahkan langit masih setengah gelap. Namun hal itu tidak membuat Kakek Wisnu bermalas-malasan. Dia sudah terbiasa bangun sepagi ini. Setelah kantuk mulai hilang dan matanya tidak lagi terasa berat, Kakek Wisnu hendak beranjak bangun dari posisi baringnya. Namun gerakannya tertahan karena ada sepasang lengan kecil yang melingkar di perutnya. Kakek Wisnu terkekeh, lupa jika semalam dia tidak tidur sendirian. Ada Rana yang merengek meminta untuk tidur bersamanya. Dan berakhir saling memuaskan hingga malam buta. Tubuh mereka bahkan sama-sama polos, hanya tertutup sehelai selimut tipis. Mengingat apa yang terjadi semalam, membuat Kakek Wisnu jadi menginginkannya lagi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD