Accepted

2231 Words

Aku tak habis pikir dengan orang-orang yang suka membicarakan urusan orang lain. Biasanya, aku tak pernah kepikiran apa pun yang orang bicarakan tentangku. Seperti waktu itu yang bilang aku kebelet ingin menikah. Namun, saat ini sedikit banyaknya omongan orang-orang itu mengganggu pikiranku. "Memang Mbak Melishanya aja yang kayaknya memang belum move on dari Mas Dikta." "Kayaknya gitu, sih. Belum lama loh calon suaminya meninggal, baru beberapa bulan lalu." "Bisa jadi kemarin ini mau cari yang lain buat manas-manasin Mas Dikta mungkin? Nggak benar-benar cinta sama yang sebelum-sebelum ini. Apa lagi sahabatnya yang meninggal kemarin, busa jadi itu cowok yang cinta sendirian." Aku menerima kembali kehadiran Dikta dalam hidupku dan lelaki itu pernah mengirim makanan ke kantor dan mampir m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD