Hari Bahagia

2738 Words

21+ Warning, mature content! “Papa akan datang," ucap Kak Fani menghentikan pergerakan tanganku yang sedang merapihkan bagian kemeja putihku, sebelum memakai jas untuk acara resepsi yang akan dimulai sebentar lagi, pada pukul 11.00. "Apa dia nanti boleh berdiri di sisi pengantin saat acara resepsi?" Aku sontak menoleh ke arah kakakku itu. Lelaki paruh baya itu yang tak pantas disebut sebagai papa itu beberapa kali ingin menemuiku, namun aku tak pernah menggubrisnya. Rasa sakit yang ditorehkannya, tak semudah itu bisa lupa. Apa lagi beliau juga sama sekali tak ada permintaan maaf sampai almarhumah mamaku tak lagi bernapas. Lalu, ada dia yang dulu menyerahkan kepadaku untuk menikahkan Kak Fani dengan alasan sedang dirawat di luar negeri. Kali kedua Kak Fani menikah pun, alasannya tak ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD