Beberapa hari kemudian. Zoya tersenyum ketika menginjakkan kakinya di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di Pusat Kota. Sudah cukup lama ia tidak menghirup udara segar seperti sekarang. Dengan izin suaminya yang sedikit memaksa akhirnya Zeo mengizinkan untuk keluar, meskipun waktunya dibatasi. “Alhamdulillah, Ya Allah. Akhirnya aku bisa menghirup udara segar.” gumam Zoya “Syukurlah, tadi Mas Zeo mengizinkanku keluar. Ya.. meskipun sedikit memaksa.” Zoya berjalan di rak sayur untuk membeli kebutuhan dapur. Setelah pulang dari supermarket ia ingin membuat makanan kesukaan sang suami tercinta. Zoya mengetuk jari telunjuknya di dagu sembari berpikir. “Em.. yang mana, ya?” gumamnya Zoya melangkah pelan dengan tatapan yang masih tertuju ke arah rak sayur membuatnya tidak fokus dengan k

