Bab 22

758 Words

Glek Zeo menelan ludahnya kasar. Ia mengerjapkan matanya berulang kali seolah tidak percaya dengan apa yang didengar barusan. Zeo tidak menyangka istrinya meminta terlebih dulu. “Mas Zeo kenapa diam aja?” ujar Zoya sembari menggoyangkan lengan suaminya “Ha?” “Mas Zeo nggak mau, ya? Atau berpikir macam-macam tentang Zoya? Pasti mas berpikir kalau Zoya hanya menggunakan adik sebagai alasan.” Zeo menggelengkan kepalanya cepat. “Enggak, sayang. Mas tidak berpikir seperti itu.” “Lalu kenapa diam saja?” “Em…” Zeo menggaruk hidungnya sembari berpikir jawaban yang tepat. “Nggak mau, ya?” “Bukan begitu, sayang.” “Yaudah, kalau nggak mau.” Zoya berbalik badan memunggungi suaminya. Ia merasa kesal, malu, kecewa, semuanya bercampur menjadi satu. Jika sejak awal tahu suaminya akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD