Season 2 (08)

1519 Words

Malam harinya “Zayn istirahat, gih! Sudah malam, kamu pasti capek.” ujar Zoya “I-iya, Bunda.” “Zahira pasti sudah menunggu kamu di kamar.” Glek Zayn menelan ludahnya kasar. Ia tersenyum canggung mendengarnya. Rasanya aneh saat mendengar perkataan Ibu mertuanya barusan. “Iya, Bunda. Kalau gitu Zayn masuk ke kamar dulu.” jawabnya dengan nada gugup Zayn memegang jantungnya yang tengah berdebar kencang. Ia belum siap masuk ke dalam kamar, namun di satu sisi ia tidak memiliki pilihan lain. Jika tidak masuk ke kamar ia akan tidur di mana? “Jadi seperti ini rasanya menjadi pengantin baru?” gumamnya Zayn berdiri tepat di depan pintu kamar Zahira. Sebelum masuk ia menarik nafas panjang lalu menghembuskan secara perlahan. Ia melakukannya sampai tiga kali agar hatinya bisa lebih tenang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD