Tepat di hari ini Zayn dan Zahira akan menikah. Keduanya melangsungkan pernikahan di Pesantren Al-Falah. Anggota keluarga dan orang-orang terdekat ikut menyaksikan acara Akad nikah keduanya. Moment yang telah ditunggu dua keluarga akhirnya telah tiba. Saat ini kedua calon pengantin berada di ruangan berbeda. Jantung Zayn maupun Zahira berdegup kencang. Acara sakral akan segera dimulai. Doa-doa dari keluarga dan kerabat dekat terus mereka panjatkan agar diberikan kelancaran. Umar menepuk bahu putranya membuat Zayn berbalik badan. Zayn tersenyum kecil. Deru nafasnya tidak bisa berbohong jika ia saat ini mengalami nerves. “Sudah siap?” “Bismillah.” “InsyaAllah, sudah Abi.” “Kalau sudah siap kita keluar sekarang! Gus Zeo dan yang lain sudah menunggu kamu.” Zayn mengangguk pelan. Ak

