Beberapa hari kemudian Waktu begitu cepat berlalu. Tidak terasa besok adalah hari pernikahan Zayn dan Zahira. Akad nikah akan dilangsungkan di Pesantren Al-Falah atas permintaan Abah Edwin dan Umi Arini. Pesantren Al-Falah terlihat begitu ramai karena keluarga Zahira dan para Ulama terus berdatangan. Keluarga Zahira terlihat begitu bahagia dan tidak sabar menunggu hari esok. Sejak dua hari lalu Zahira lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar. Sebagai calon pengantin keluarganya melarang Zahira untuk berpergian, apalagi bertemu dengan Zayn. Tok.. tok.. tok “Zahira ini Bunda, sayang!” ucapnya sembari mengetuk pintu kamar putrinya “Masuk saja, Bun! Pintunya nggak Zahira kunci.” Ceklek Zoya membuka pintu dan terlihatlah putrinya yang sedang duduk di depan meja rias miliknya. B

