Bab 48

1408 Words

Dua hari kemudian. “Huek..” “Huek..” “Astagfirullah’haladzim. Ya Allah.. kenapa tiba-tiba aku mual sekali?” gumam Zoya Sudah lebih dari dua hari Zeo masih terbaring di ranjang rumah sakit. Belum ada kabar baik tentang kondisinya. Doa terus mengalir untuk Zeo agar Allah segera memberikan kesembuhan padanya. Zoya mengelus perut buncitnya. Entah kenapa sejak semalam perutnya terasa mual. “Sayang, kamu rindu sama Ayah, ya!? Sabar ya, nak!” “Ayah masih dalam pengobatan. Nanti kalau Ayah sudah siuman pasti elusin adik.” Zoya tersenyum getir. Ia mencoba kuat meskipun hatinya sangat rapuh. “Jangan rewel ya, sayang! Nanti kalau adik rewel terus Bunda nggak bisa nemenin Ayah di rumah sakit. Kasihan Ayah.” “Huhh.. lebih baik aku istirahat sebentar!” Umi Arini dan Zoya pulang untuk is

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD