Rumah sakit Zoya berlarian di lorong rumah sakit. Langkahnya menuju ruang rawat suaminya. Kabar mengejutkan ia terima dari Ibu mertuanya jika Zeo telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Rasanya masih sulit untuk dipercaya. “ABAH!” pekik Zoya “Abah, di mana Mas Zeo? Kabar itu bohong kan!?” “—“ Abah Edwin terdiam. Bahkan Ustadz Nadif ikut terdiam karena melihat kondisi Zoya. Karena tidak kunjung mendapat jawaban Zoya berlari masuk ke dalam ruang rawat suaminya. Ia ingin memastikan sendiri jika suaminya dalam kondisi baik-baik saja. “Mas Zeo!” lirihnya dengan suara bergetar Langkah kakinya menuju brankar Zeo. Kakinya gemetar hebat ketika melihat alat-alat medis sudah terlepas dari tubuh suaminya. Air mata terus menetes membasahi kedua pipinya. Zoya mengelus pipi suaminya dengan le

