Season 2 (22)

1509 Words

“Hasna!” Umi Arini menahan kepergian cucunya dengan cara memegang pergelangan tangan Hasna. “Lepasin Hasna, Nek!” “Kamu mau ke mana, nak?” “Ke mana aja, yang penting tidak bergabung dengan yang lain.” Umi Arini menarik Hasna ke dalam pelukannya. Beliau memang tidak pernah berada di posisi cucunya, namun beliau bisa merasakan apa yang dirasakan Hasna. Pelukan beliau begitu erat. Berharap dengan hal itu bisa menenangkan cucunya. “Hikss..” isak tangis Hasna semakin kencang “Sstt.. tenanglah, nak! Di sini ada Nenek yang akan selalu ada untuk kamu.” “Kenapa mereka tidak memikirkan perasaan Hasna, Nek? Hasna di sini terluka. Bahkan Bunda sekalipun tidak menyadari perubahan Hasna.” “—“ Umi Arini terdiam. Mereka tidak jahat, melainkan cinta Hasna yang salah. Hasna mencintai orang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD