Zahira berdiri di balkon kamar. Ia memejamkan mata menikmati semilir angin yang menerp kulit wajahnya. Namun tiba-tiba ia merasakan sepasang lengan melingkar di pinggang rampingnya. Awalnya Zahira tersentak kaget, namun setelah mencium harum itu ia langsung tahu siapa yang memeluknya. “Kak Zayn!” “Hmm.. kenapa di sini sendirian?” “Zahira sedang cari angin, kak.” Zayn menumpukan dagunya di bahu sang istri. Ia semakin mengeratkan pelukannya ketika semilir angin menerpa kulit tubuhnya. Tidak begitu dingin, namun terasa segar. “Masuk, yuk!” ajak Zayn “Zahira mau di sini dulu, kak.” “Dingin loh.” “Enggak kok. Zahira nggak merasa dingin, tapi segar.” “Hmm..” Zayn hanya bergumam sebagai jawaban Suasana jadi hening ketika keduanya saling diam. Suasana yang syahdu membuat mereka t

