BAB 8

1200 Words

" Ka, mau kemana sih? " tanya Naya, namun tidak mendapat jawaban dari Shaka. Shaka terus membawa Kanaya, hingga akhirnya ia berhenti di depan sebuah kamar, namun satu tangannya tetap menggenggam tangan Naya, satu tangannya lagi menempelkan sebuah card pada kotak sensor yang berada di dekat gagang pintu. " Bip " Bunyi sensor itu saat Shaka menempel kan card nya, tak lama kemudian Shaka memegang gagang pintu kamar hotel itu dan langsung terbuka, tak lupa satu tangannya tetap menarik Kanaya. " Apaan sih main seret, sakit tau nggak! " protes Naya pada Shaka saat keduanya sudah masuk ke dalam kamar itu. Shaka membawa Kanaya masuk ke dalam sebuah kamar yang terlihat lebih mewah dari kamar Naya sebelumnya. Naya mengusap - usap tangan nya bekas tarikan Shaka, " Lihat, merah nih gara - gara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD