Acara resepsi pernikahan Shaka dan Kanaya tiba, kini sepasang mantan kekasih yang di pertemukan kembali setelah sekian lama berpisah itu terlihat tampan dan cantik di tempat yang sudah di sediakan untuk mereka.
Rama Keanu Bagaskara, Ayah dari Shaka terlihat tampan dan gagah di usianya yang sudah tidak muda lagi, dan bahkan terlihat serasi bersanding dengan Elina Bagaskara sang istri, di sisi lain terlihat Bagas Hartono juga tak kalah tampan dan gagah bersanding dengan Istinya Vina Hartono.
Di tengah - tengah kedua pasangan yang tak muda lagi itu berdiri Shaka dan Kanaya dengan balutan gaun pengantin pria dan wanita berwarna Gold, tidak tau darimana asalnya Shaka bisa mengenakan pakaian yang senada dengan milik Naya, padahal semuanya juga tau, jika pernikahan saat ini seharusnya bukan untuk Shaka.
" Sshhh..." Kanaya berdesis karena menahan sakit di kakinya akibat terlalu lelah berdiri, bahkan kini wajahnya terlihat
Shaka melirik ke arah Naya sebentar, lalu kembali menatap datar ke depan, tak ada niatan untuk menolong apalagi bertanya pada istrinya itu, entah apa yang ada di pikiran Shaka saat ini.
Sementara di bawah terlihat Najwa dan Gio sibuk menyambut kedatangan para tamu dan mengucapkan banyak terimakasih pada tamu mereka, yang sudah mau datang dan mendoakan sang adik.
Melati Putri, adik perempuan Shaka terlihat duduk menatap lurus ke arah dimana sang kakak dan keluarga nya berada, kedua tangannya ia lipat di atas meja dan menumpukan dagunya disana, di sampingnya ada Kakak sepupunya Satria.
" Kak " ucap Melati.
" Hmm " ucap Satria menanggapi, tangannya terus mengangkat gelas dan menyesap gelas yang berisi sedikit alkohol itu.
" Kok bisa kak? " tanya Melati.
" Apanya yang kok bisa Mel " tanya Satria balik.
" Bongkahan Es itu mau sama bekasnya Andika " jawab Melati.
" Mel, udah di jelasin kan, Bunda yang nyuruh " ucap Satria.
" Ck! Kakak pikir aku percaya gitu aja, pasti kakak tau sesuatu kan " ucap Melati curiga.
" Mel, kamu tau sendiri kakak kamu itu sulit di tebak " ucap Satria.
" Kak Satria nggak asik " ucap Melati karena jawaban Satria tidak memuaskan.
" Lihat saja, kalau sampai aku menemukan itu perempuan nggak bener, ku usir dia dari keluarga Bagaskara " ucap Melati.
Satria menegakkan duduknya,
" Mel, kakak ingetin, Kanaya itu sekarang sudah berstatus istri dari Shaka, jangan macem - macem, jangan melakukan tindakan yang membuat kakak kamu marah " ucap Satria.
" Apa sih kak " ucap Melati yang kini sudah bersendekap d**a dengan wajah kesalnya.
-------------
Acara resepsi usai, kini dua keluarga itu duduk di sebuah ruangan yang sudah di booking sebelum nya.
" Kanaya, Shaka " ucap Ayah Rama memanggil Shaka dan Kanaya.
Naya dan Shaka saling menatap secara refleks, lalu keduanya bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Ayah Rama.
" Naya, ini buat kamu, maaf nggak sempat beli hadiah buat kamu " ucap Ayah Rama pada Naya.
" Ehh.. nggak usah om, nggak perlu " ucap Naya menolak pemberian Ayah Rama.
" Panggil Ayah dong, kan udah jadi istri Shaka sekarang " ucap Bunda Elin menimpali.
" Eh, Ayah, Ayah nggak perlu seperti ini " ucap Naya kikuk.
" Tradisi keluarga seperti ini, menantu perempuan harus di berikan hadiah pernikahan " jelas Ayah Rama.
" Terima, saya tidak menerima penolakan " ucap Ayah Rama tegas.
Melihat wajah ayah mertuanya yang tak jauh berbeda dengan suaminya Naya akhirnya menerima sebuah kartu hitam itu.
" Te terima kasih ayah " ucap Naya terbata yang di tanggapi dengan anggukan oleh Ayah Rama.
" Saya tau, dan semua yang ada di sini juga tau, kalau kalian menikah tanpa rencana, tapi saya harap pernikahan ini tidak kalian jadikan mainan apalagi nikah kontrak, kalau sampai hal itu terjadi saya sebagai ayah Shaka, dan juga Pak Bagas sebagai Ayah Naya akan mencoret kalian berdua dari daftar keluarga " ucap Ayah Rama.
Yang membuat Kanaya mendelik mendengar ucapan Ayah mertuanya itu, sungguh ia merasa di bawa keatas dulu karena di berikan black card kemudian langsung di terjunkan dengan ancaman di coret dari kartu keluarga.
Naya menatap ke arah sang papa yang kini terlihat juga menatap ke arah dirinya dan Shaka.
" Benar, apa yang di katakan pak Rama benar, kami harap pernikahan kalian ini pernikahan yang pertama dan terakhir, bukan kami memaksa kehendak, tapi sudah terjadi, kalian belajar saling mengenal saja dulu, jangan langsung memutuskan hal yang tidak seharusnya, apalagi seperti yang di katakan pak Rama tadi, Saya juga siap akan mencoret Naya dari kartu keluarga jika hal itu kalian berdua lakukan " ucap papa Bagas.
Shaka tidak bereaksi apapun mendengar ucapan sang ayah dan papa mertuanya, tiba - tiba,
" Ah! " teriak Shaka.
" Kenapa? " ucap semua yang ada di sana kompak karena Shaka tiba - tiba berteriak, terlihat Shaka mengangkat tangannya pertanda dirinya tidak apa - apa.
Shaka mendelik ke arah Naya karena baru saja Naya tiba - tiba mencubit pinggangnya dengan kuat, sehingga membuat dirinya refleks berteriak, bahkan kini pinggangnya terasa panas akibat cubitan dari Naya.
" kenapa kamu diam saja, cari alasan kek, apa kek " bisik Naya seraya menekan setiap kata yang di ucapkan nya di telinga Shaka.
Bukannya menjawab, Shaka memberikan lirikan sinis pada Naya, lalu menatap ke depan lagi tanpa berkata apapun. sehingga membuat Naya kesal, bahkan terlihat ingin mencubit pinggang Shaka lagi, namun pergerakan tangannya di ketahui oleh Shaka, sehingga dengan cepat Shaka menangkap tangan mantan yang kini berubah status menjadi istri nya.
" Nyebelin! " ucap Naya pelan yang masih terdengar di telinga Shaka.
Sebelumnya, sebelum acara resepsi di mulai Pak Bagas dan Pak Rama sempat berbincang sebentar, entah apa yang keduanya bicarakan sampai bisa kompak memberikan ancaman pada Naya dan Shaka seperti tadi, sehingga membuat Shaka dan Naya tak bisa menjawab apalagi melawan.
-----------
Naya dan Shaka berjalan di lorong hotel menuju kamar mereka, karena Naya sebelumnya sudah memboking beberapa kamar untuk keluarga dan dirinya dan Andika untuk menginap semalam, agar bisa langsung beristirahat setelah acara usai.
" Eh, eeehh.. heh..mau kemana? " protes Naya saat Shaka tiba - tiba menyeretnya terus melewati kamar yang Naya tempati sebelumnya.
" Shaka! kau mau membawaku kemana?? " tanya Naya pada Shaka, namun tidak mendapat jawaban dari Shaka selain terus di seret oleh Shaka.