Ellia menatap sedih duapuluh benda pipih di wastafel kamar mandinya, duapuluh benda pipih yang bertuliskan 'pregnant' dan dua garis merah. Harusnya ini menjadi kado terindah untuk dirinya dan Cakra, namun apa yang tadi ia lihat seolah membuat dunianya hancur, ia tak sanggup bertahan jika ada wanita lain, sejak dulu Ellia teguh berpendirian, akan terus bertahan dengan pernikahannya bersama Cakra, walaupun Cakra menyakitinya, namun ia akan pergi jika ada wanita lain. 'Yang kuat ya nak, temani mamah melewati semuanya. Maafkan mamah, mamah harus membawa kamu pergi meninggalkan Daddy' Ellia mengusap perut datarnya dengan air mata yang tiada hentinya, disatu sisi ia bahagia, akhirnya ia akan menjadi seorang ibu setelah penantian panjangnya, namum disisi lain hatinya merasa sangat sakit dan ke

