"I miss you so much." Edgar melingkarkan tangan kirinya ke pinggang Ara karena tangan kanannya masih di perban, patah disebabkan kecelakaan. Ara diam diam tidak tahu harus bicara apa karena Edgar mengetahui kedatangannya, yang memang ia ingin Edgar mengetahuinya. Wanto yang melihat itu berbalik dan keluar lagi dari kamar rawat Edgar tak ingin mengganggu kebersamaan Edgar dan Ara. "Sejak kapan kamu tahu aku disini?" Ara mengurai pelukan Edgar. "Wanto yang memberitahu aku, kenapa harus datang dini hari seperti? kenapa tidak siang saja sayang." "Kamu kan tahu alasannya Gar." "Iya aku tahu, tapi itu bukan alasan kamu menolak lamaranku kan?" "Kamu tahu kan itu bukan alasan utamanya." "Can you trust me? tidak semua pria akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pap

