Part 29

1616 Words

Ara menatap cincin di tangannya, sejak kembali dari villa beberapa waktu lalu Edgar belum menghubunginya, ia juga segan untuk menghubungi terlebih dahulu. Hati dan fikirannya resah, benarkah keputusannya menolak lamaran Edgar karena alasan traumanya? atau karena mama Edgar tidak menyukainya? entahlah ia juga bingung. Ia masih duduk bersandar di ruang kerjanya, ia sudah beraktifitas seperti biasanya. Tak ia pungkiri perasaannya semakin dalam pada Edgar, ia menyayangi pria itu yang mengisi hari harinya dengan kebahagiaan dan senyuman. Namun disisi lain ia juga sangat takut, takut yang terjadi pada mamanya akan terjadi padanya, itulah yang membuatnya ragu untuk menerima lamaran Edgar. Lamunannya buyar saat ponselnya berdering, sebuah panggilan dari nomor tak dikenal. "Halo.... " "Mbak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD