Memiliki dua pilihan itu rasanya nano-nano. Bangga, tapi juga bingung. Kalau sudah begitu, biarkan Tuhan yang memilih untuk kita, karena apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita. Abi sudah menunggu kedatangan Naya di bandara sejak tiga puluh menit sebelum jadwal pesawat yang ditumpangi mantan kekasihnya itu mendarat. Jantungnya berdebar kencang. Ia berjalan mondar-mandir sambil sesekali memperhatikan jam yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Perasaannya sama seperti saat pertama kali akan berkencan dengan pacar pertamanya tersebut. Dulu ... jaman masih memakai seragam putih abu. Seperti orang gila, Abi tersenyum sendiri. Membayangkan kencan pertama mereka waktu itu. Naya yang kala itu tampil cantik dengan overall denim yang melapisi kaos lengan panjang berwarna pea