Naya menghempas tubuhnya ke atas ranjang. Anik sedang memandikan Naka. Dihelanya nafas panjang berkali-kali. Hatinya kacau. Tatapan sedih yang Alka berikan--menyakitinya, akan tetapi kenyataan yang dihadapi lebih terasa mencabik-cabik jiwanya. Menyadari dirinya tak pernah berarti di hidup lelaki itu, dan bagaimana posisi almarhum istrinya yang tak pernah goyah. Begitu besar cinta Alka pada wanita itu. Wanita beruntung yang sayangnya tidak berumur panjang. Seandainya wanita itu masih ada, Alka pasti akan memperlakukannya seperti seorang ratu. Ia iri, ia cemburu melihat sebesar apa cinta Alka pada Eve. Ia marah. Marah pada dirinya sendiri yang terkadang masih berharap bisa mendapatkan hati pria itu. Seandainya saja itu mungkin. Namun hatinya kembali terasa nyeri tatkala mengingat harapannya