Aya siuman dari pingsan. Rahmi langsung memeluk Aya. "Kak Aya jangan sakit telus, Ami takut. Kak Aya nggak boleh ke sulga duluan. Ami jangan ditinggal ya, Kak Aya." Ami tersedu. Aya berusaha menahan tangis, hingga dadanya kembali terasa sesak. Al melihat Aya sulit bernapas. "Ami duduk dulu ya, jangan ditindih Kak Aya. Kak Aya susah bernapas." Al berusaha membujuk Rahmi. "Sini, Aya sama Bang Aay ya," bujuk Aay. Diulurkan tangan pada Rahmi. Rahmi menyambut uluran tangan Aay. "Apa yang kamu rasakan, Aya? Di mana yang sakit?" Asifa menatap Aya dengan rasa cemas. "Tidak apa, Ni. Mungkin Aya cuma kelelahan, dan kurang darah seperti kata Dokter." "Kamu istirahat saja, istirahat tubuhmu, istirahatkan juga pikiranmu, jangan memikirkan hal yang tidak perlu. Ikhlaskan apa yang sudah terj

