Ditemani Bi Bayah, Al menuju kamar Aya dengan membawa sarapan. Dibuka pintu perlahan, tampak Aya berbaring di atas ranjang dengan posisi seperti udang. Al mengambil nampan dari tangan Bu Bayah, diletakkan di meja. Bi Bayah berpamitan. Setelah Bi Bayah ke luar, Al menutup, dan mengunci pintu. Al duduk di tepi ranjang. Ditempelkan punggung tangannya di dahi Aya. Masih terasa panas. "Aya," panggil Al pelan. "Emhh ...." Mata Aya terbuka perlahan. "Sarapan dulu, setelah itu minum obat. Aay sedang membelikan obat, dan kompres. Ayo bangun." Al membantu Aya bangun dari berbaringnya. "Eh!" Aya memukul punggung Al, karena satu tangan Al memeluknya, sementara tangan yang lain meletakkan bantal di kepala tempat tidur, agar Aya bisa duduk bersandar. "Biar aku suapi." Al bangkit dari duduk,

