"Ah, ternyata elo masih punya muka ya jalan sama duda itu?" sindir Lani dengan tangan terlipat di d**a. Diva yang sejak tadi ingin mendepak wanita itu dari hadapannya kini semakin jengah saja. "Nggak ada urusannya sama Lo," sahutnya sinis. "Oh, Divaku sayang. Jelas ada dong!" tukas Lani dengan mata berbinar sempurna. "Lo lupa taruhan kita?" imbuhnya dengan senyum miring. Diva refleks menoleh dengan tatapan tajam. "Gue udah nggak inget soal itu. Bahkan berhubungan sama kalian lagi pun gue udah nggak sudi!" desis wanita itu. Tawa renyah Lani terdengar meremehkan. "Taruhan tetep taruhan, Sayang. Nyatanya Lo ngedeketin Duda itu cuma karena taruhan dan juga uangnya, bukan cintanya." "Ya kalau memang benar, urusan lo dimana?" sahut Diva tajam. "See? Dia udah ngaku dengan mudah dan sangat j

