Karena Ulah Randy-3

1109 Words

"Restonya lagi tutup, chefnya sakit," balas Papap Owka singkat. "Hah? Kok lo tau?" Randy terdengar kaget. "Emang lo udah reservasi?" "Belum telpon," jawab Papap Owka, lalu ia menambahkan dengan suara lebih pelan, "Tapi gue abis besuk Nadira, tapi udah membaik kok." Sunyi sejenak di ujung telepon sebelum Randy terkekeh. "Lebih cocok, kan, sama Bian?" Papap Owka terdiam. "Nadira siapa woy," sahut Iksan. "Itu cewek yang gue cerita, yang chef itu loh." "Oo." "Jujur lo sama gue, Ka," desak Randy. Papap Owka mengusap wajahnya dengan sebelah tangan, mendesah panjang. "Gue dosa nih gara-gara lo, kampret!" Terdengar tawa meledak dari seberang. Randy benar-benar ngakak, sementara Iksan hanya tertular senyuman saja, karena dia sebenarnya hanya mendengar sepintas soal ini. "Gue lihat Bian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD