114

995 Words

Tidak! Arsa tak akan membiarkan Jackson pergi dari rumahnya. Ia harus memadamkan api amarah dalam diri fans putrinya itu. Segala cara pasti Arsa lakukan demi mempertahankan ranjang miliknya dari kamar. Kepergian Jackson adalah neraka untuk dirinya. “Awas!” usir Jackson agar Papa Isyana tak menghalangi jalannnya. Arsa menggelengkan kepala. Ia merentangkan tangan untuk menghadang Jackson. “Om minta maaf ya.. Kan Om jelasin yang bener!” meski menahan, ego sebagai seorang pria nyatanya tetap tak luntur termakan himpitan. “Jack marah. Om Mertua..” kepala Jackson lalu menggeleng. “No mertua anymore! You are so mean. Jack nggak mau lagi jadi menantunya Om Mertua!” keadaan menjadi semakin panas. Arsa mendadak takut dengan ucapan Jackson yang terkesan mencampakkan Isyana- sang putri. “Papa.. Ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD