115

1174 Words

“Sayang..” tanpa sadar Arsa memalingkan wajah ke kiri. ‘Kosong?!’ batin laki-laki itu saat tak menemukan keberadaan Ariana. Ia buru-buru menyalakan lampu sein dan menepi ke bahu jalan. Ariana! Arsa ingat jika dirinya meninggalkan sang istri di kamar tanpa sepatah kata ketika mengambil dompet dan kunci mobil. “Kenapa dia nggak nanya juga tadi sih!” gerutu Arsa. Pantas saja ia merasa ada sesuatu yang kurang, ternyata pelengkap hidupnya tertinggal. “Sayang.. Princess Papa. Kita pulang lagi ya. Mama ketinggalan, Nak.” Ujar Arsa pada Isyana yang duduk di kursi belakang. Hal tersebut membuat Jackson dan Isyana memekik secara bersamaan. Kedua anak itu menyalahkan Arsa karena insiden buruk yang menimpa wanita cantik kecintaan mereka. “Poor Tante Mertua..” lirih Jackson sembari menggelengkan kep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD