117

1219 Words

Keberuntungan tampaknya sedang menjamah diri Jackson. Setelah berhasil membawa pergi Isyana tanpa calon ayah mertua masa depannya, Jackson bisa leluasa menggandeng tangan sang pujaan hati. Ia tak harus mendengar ceramah yang sebenarnya tak dimengerti. Indera pendengaran Jackson damai sentosa. “Jacky.. Om itu ikutin kita.” “Who?!” tanya Jackson lalu memutar kepalanya, “Dia?” tunjuknya pada sosok Jeremy dibelakang mereka. “Jack nggak kenal..” Jackson masih mempertahankan aktingnya. Ia selalu mengingat pesan sang daddy- pria yang tadi secara tak sengaja bertemu dan dirinya palak di lantai basement. Seorang laki-laki dihargai karena ucapannya yang tidak pernah berbohong. Jadi karena sudah terlanjur, ia akan konsisten dalam berpura-pura agar tidak ketahuan. “Auh..” langkah kaki keduanya ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD