118

1146 Words

Di sebuah ruang tamu bergaya minimalis, duduk dua manusia berlainan jenis dengan tingkah yang berbeda. Satu diantaranya selalu bangkit dan kembali melemparkan dirinya sendiri ke atas sofa, sedang lainnya membaca majalah ditangannya. Ia mencoba abai pada aksi kekanakan Arsa. Sejak kepergian putri mereka Arsa bahkan tak berdiam sedikit pun. Ada saja yang laki-laki itu lakukan demi menunjukan rasa khawatirnya. Arsa bangkit. “Ini kenapa mereka belum balik juga?” Ia sempat mengubah posisi. Mengambil tiga langkah ke kiri sebelum mendaratkan p****t ke atas sofa. Ariana dibalik buku majalahnya hanya bisa memutar bola mata. “Astaga!” desahan Arsa mulai terdengar lagi setelah jeda tiga menit. “Jam berapa ini?!” ‘Dia pasti bangkit berdiri lagi!’, batin Ariana. Demi membuktikan tebakannya wanita it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD