Arsa menarik nafas lalu menghembuskan secara perlahan. Pria dewasa itu dipaksa mengibarkan bendera putih- tanda bahwa ia harus menyerah pada si kecil yang kini terlelap disamping tubuh Isyana. Ia seperti memiliki anak kembar berlainan jenis. Keduanya tak mau terpisah. Tidur saling berpegangan tangan. Mereka juga kompak memaksa Arsa untuk membacakan cerita. "Dan pangeran berkuda putih akhirnya dapat hidup.." Arsa menghentikan kalimatnya. Benar-benar merasa yakin jika Isyana dan Jackson sudah melayang ke alam mimpi. "Beautiful Isya…" erang Jackson parau memanggil nama putri kesayangan Arsa. "Jack love you so much!" Decihan tentu saja keluar dari bibir Arsa. "Bisa-bisanya dia panggil-panggil Isya waktu tidur." Keluh Arsa sembari memperhatikan wajah Jackson. Anak itu terus tersenyum tak j

