BAB 83

1594 Words

Malam di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, selalu dibalut oleh suasana yang elegan dan hangat. Di balik dinding pameran bernuansa serba putih dengan pencahayaan sorot yang artistik, sebuah galeri seni kontemporer baru resmi dibuka untuk publik. Suara denting gelas kristal beradu pelan dengan dentuman halus musik jazz instrumental yang mengalun di udara. Puluhan penikmat seni, pengkritik, dan jurnalis tampak lalu lalang, mengagumi belasan lukisan abstrak bernilai tinggi yang terpajang di sepanjang dinding. ​Elara melangkah anggun menyusuri lorong utama galeri. Ia mengenakan gaun malam simpel berwarna abu-abu gelap dengan tatanan rambut yang disanggul rapi. Di sampingnya, Arlo berjalan dengan langkah tenang dan tegap, menggandeng jemari Elara dengan kehangatan yang tak pernah memudar. Keda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD