Udara pagi di area taman kota kawasan Jakarta Selatan terasa sejuk dan menenangkan. Angin bertiup pelan, memainkan dedaunan pohon trembesi yang merindang di sepanjang jalan setapak. Di salah satu sudut taman yang relatif sepi dari riuh rendah pejalan kaki, sinar matahari menerobos celah-celah dahan, memancarkan pendar cahaya hangat tepat di atas sebuah bangku kayu panjang. Elara berjalan pelan menyusuri jalur paving block, membiarkan ujung gaun santainya tersapu angin pagi. Beberapa hari telah berlalu sejak pertemuan pertamanya dengan Kalandra di kafe. Namun hari ini, sebuah janji singkat kembali disepakati. Pertemuan ini bukan lagi untuk membahas berkas rumit atau memindahkan sisa aset Altamis seperti kemarin, melainkan untuk menyelesaikan satu hal yang jauh lebih penting dari sekadar l

