BAB 81

1796 Words

Pagi di kawasan perkantoran Sudirman, Jakarta Pusat, selalu punya denyut kehidupan yang melaju cepat. Di lantai lima belas sebuah gedung pencakar langit bernuansa kaca dan baja, aktivitas kantor agensi literasi terkemuka itu sudah riuh sejak pukul delapan. Bunyi denting mesin pembuat kopi di sudut pantry beradu lembut dengan derak langkah sepatu di atas karpet tebal, berbaur dengan aroma samar kertas-kertas naskah baru yang berserakan di meja diskusi. ​Di sudut ruangan paling strategis—sebuah area kerja lapang yang dikelilingi dinding kaca transparan bertuliskan nama resminya—Elara duduk dengan tenang di balik meja kayu jati padat. Posisi sebagai Editor Senior yang diembannya saat ini sama sekali bukan hasil karpet merah atau pengaruh nama besar Arlo Danendra. Jabatan itu murni buah dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD