BAB 91

1299 Words

Malam beranjak makin larut di Yayasan Anyelir. Keriuhan dari perayaan kecil yang baru saja berlangsung di halaman rumput perlahan-lahan surut, berganti sunyi seiring satu per satu anak panti masuk ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Angin malam yang sejuk membawa aroma tanah basah sisa gerimis, berembus halus menyusup melalui celah jendela kayu yang terbuka separuh di ruang bayi. Di dalam ruangan berdinding cat krem yang tenang itu, pendar lampu tidur berbentuk awan memancarkan cahaya kekuningan yang lembut dan hangat. Kalandra berdiri mematung di samping keranjang kayu. Jemari tangannya yang besar dan tegas bergerak amat perlahan, membetulkan letak selimut merah muda yang menutupi d**a Arin. Bayi kecil itu sudah tertidur lelap, dengan napas halus yang berembus teratur dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD