Twenty Seven

1090 Words

“aku mengatakan pada ibu dan ayah kamu kalau kamu opname di rumah sakit,” ucap Aldric, saat ini Kanaya sudah lebih segar dan ia juga merasa perutnya sudah membaik. “apa? Kamu memberitahu ayah dan ibu? Kapan? Aku sudah bilang jangan memberitahu mereka, malah diberitahu,” sungut Kanaya yang duduk di brankar dengan bersandar di ujung brankar. “waktu itu ponselmu berbunyi dan telepon dari tante Inda, jika tak dijawab ibu kamu pasti khawatir dan kamu sedang tidur, jadi aku yang menjawabnya.” Kanaya menghela nafas, memang benar yang diucapkan Aldric, “lalu, ibu bilang apa?” tanya Kanaya. “sebenarnya tante mau pulang tapi acara disana kan belum selesai, jadi aku menawarkan diri untuk menjaga kamu sampai mereka pulang,” jawab Aldric. Kanaya menatap Aldric, ada rasa aneh saat Aldric mengat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD