Twenty Eight

1368 Words

“lebih baik kamu pulang Al,” pinta Kanaya pada Aldric yang masih berdiri di depan pintu setelah Sarah pergi. Aldric berbalik dan menatap Kanaya yang berdiri didepannya. “tapi kamu masih…” “aku sudah tidak apa apa, kamu pulang saja ke apartemen kamu dan tolong jauhi aku.” “tapi Kay…” “please…” Kanaya menatap memohon pada Aldric membuat Aldric menghela nafas panjang dan kemudian berjalan keluar dari rumah Kanaya.  Kanaya berbalik dan berjalan masuk dalam kamarnya lalu berbaring, hatinya sedih harus mengusir Aldric seperti itu karena selama ini Aldric yang ada untuknya, menjaga dan merawatnya di rumah sakit. Tapi bayangan wajah kecewa Sarah juga membuatnya sedih, Sarah menganggap ia dan Aldric pasti ada hubungan khusus dan pacaran padahal itu tidak benar. Kanaya ingin mengejar Sara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD